Darwin Saleh Kejebak Macet, Menteri Ekonomi Jepang Kesal

12 01 2010

Miris bacanya…apa seperti ini kinerja kementrian Indonesia yang sudah menggunakan Royal Crown seharga 1,3M, apa tidak lebih baik Royal Crownnya diganti dengan Motor aja :D :D :D

Jakarta – Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Masayuki Naoshima merasa kecewa karena gagal bertemu dengan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh.

Naoshima datang ke Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (11/1/2010) siang setelah bertemu dengan Presiden SBY di Istana Presiden. Ia diagendakan akan bertemu dengan Darwin pada pukul 14.30 WIB di ruangan Darwin, lantai 2.

Pertemuan diagendakan berlangsung selama 30 menit. Namun setelah 30 menit menunggu, ternyata si tuan rumah tidak juga muncul.

Naoshima dan rombongannya yang sekitar belasan orang itupun akhirnya memilih bergegas pergi meninggalkan Kantor Kemneterian ESDM karena pada pukul 15.00 WIB Masayuki harus bertemu dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat. Naoshima pergi dengan wajah kesal.

“Ini sangat memalukan karena tidak melayani seorang tamu negara tepat waktu,” kata salah satu anggota rombongan dari delegasi jepang.

Naoshima yang mengenakan jas warna hitam itu keluar ruangan didampingi oleh Dirjen Migas Evita Herawati legowo, dirjen Minerbapabum Bambang setiawan dan juga Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno. Saat ditanya apa alasan Darwin tidak menghadiri tersebut, ketiganya hanya tersenyum. Tidak diketahui dimana keberadaan Darwin Saleh.

Naoshima sebelumnya juga menghadiri Indonesia-Japan Economic Forum 2010 yang diadakan di Hotel Grand Hyatt. Dalam acara tersebut, kedua negara sepakat meningkatkan kerjasama dengan Jepang dalam lima sektor yaitu perdagangan, industri, investasi, infrastruktur dan energi.(detikcom)

Jakarta – Sikap Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh yang tidak menemui Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Masayuki Naoshima di kantornya sangat disesalkan. Meski akhirnya ditemui di hotel, Presiden SBY tetap harus menegur Darwin karena bertindak tidak profesional.

“SBY harus menegur dia, jangan sampai mengecewakan seperti itu,” ujar anggota DPR RI Komisi I, Effendi Choirie kepada detikcom , Senin (11/1/2010).

Menurut pria yang disapa Gus Choi tersebut, teguran dari SBY sangat penting agar hal serupa tidak terulang kembali. Selain itu, seharusnya pejabat Indonesia bersikap profesional menyambut tamu-tamu asing.

Hal ini perlu dilakukan karena setiap pejabat Indonesia yang mengunjungi negara lain selalu disambut dengan hangat.

“Kalau kita ke luar negeri seperti Jepang, Korea, China kita disambut dengan penuh kehormatan, dengan penuh perhatian,” tambahnya.

Namun, Gus Choi menambahkan, apa yang dilakukan oleh Darwin diyakininya tidak akan mempengaruhi hubungan bilateral antara Indonesia-Jepang. Tindakan Darwin yang langsung menemui menteri tersebut di hotel sudah tepat.

“Saya kira tidak sampai mempengaruhi hubungan bilateral. Hubungan bilateral kan menyangkut banyak hal,” terang politisi PKB tersebut.

Sebelumnya Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Masayuki Naoshima merasa kecewa karena gagal bertemu dengan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh.

Naoshima datang ke Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (11/1/2010) siang setelah bertemu dengan Presiden SBY di Istana Presiden. Ia diagendakan akan bertemu dengan Darwin pada pukul 14.30 WIB di ruangan Darwin, lantai 2. Namun setelah 30 menit menunggu, ternyata si tuan rumah tidak juga muncul.

Naoshima dan rombongannya yang sekitar belasan orang itu pun akhirnya memilih bergegas pergi meninggalkan Kantor Kementerian ESDM karena pada pukul 15.00 WIB Masayuki harus bertemu dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat. Naoshima pergi dengan wajah kesal.

“Ini sangat memalukan karena tidak melayani seorang tamu negara tepat waktu,” kata salah satu anggota rombongan dari delegasi jepang.

Merasa bersalah, malam harinya Darwin bergegas menuju Hotel Grand Hyatt, tempat Naoshima menginap. Dalam pertemuan tersebut, Darwin mengaku tidak bisa bertemu dengan Naoshima karena terjebak macet.

Alasan klasik yang digunakan. Memalukan.

Royal Crown dengan pengawalan polisi harusnya bisa melewati kemacetan.

Atau jangan2 sedang memperkenalkan budaya telat bangsa ini kepada bangsa lain.

PS:
Hormati orang lain maka orang lain akan menghormati kita.


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.